Halo Sobat Dolan! Kembali lagi sama tim Doyan Dolan yang hobi jalan-jalan tapi sering kena "prank" sama Google Maps. Kali ini, petualangan kami membawa kami ke arah Simalungun, tepatnya ke sebuah penginapan yang lagi hits di pinggiran Danau Toba: My Nasha Hotel Tigaras.

Kalau kamu lagi nyari tempat pelarian dari hiruk-pikuk kota Medan yang macetnya bikin darah tinggi, Tigaras emang jadi alternatif asyik selain Parapat. Tapi, sebelum kamu gas pol mobil kesayanganmu, duduk manis dulu. Baca ulasan jujur (dan sedikit curhat) kami berikut ini!
Jalanan yang Menguji Iman
Satu hal yang perlu kami tegaskan di awal: My Nasha Hotel Tigaras ini bukan buat kaum lemah mental (dan lemah kaki-kaki mobil).
Sekitar 1 KM sebelum sampai ke hotel, kamu akan disambut dengan atraksi gratis bernama "Guncang Badan". Jalannya masih rusak parah dan penuh bebatuan. Kalau kamu bawa mobil ceper hasil modifikasi maksimal, mending putar balik atau siap-siap dengar bunyi kreeek di bagian bawah mobil yang bikin hati tersayat.
Kami sempat mikir, "Ini mau ke hotel atau mau ikut seleksi supir off-road ya?". Tapi tenang, anggap saja ini pemanasan. Karena kalau jalannya mulus terus, nanti kamu nggak bakal menghargai betapa indahnya kasur hotel saat sampai nanti.
Kamar Deluxe Double: Harga 700 Ribuan, Bonus Betis Berotot

Sesampainya di lobby (setelah drama jalanan berbatu tadi), kami langsung check-in di kamar tipe Deluxe Double. Harganya ada di kisaran Rp700.000-an per malam. Cukup standar untuk ukuran hotel dengan akses langsung ke Danau Toba.
Tapi, ada kejutan kecil buat kamu yang dapat kamar di lantai atas. Nggak ada lift, Bosku!
Iya, kamu nggak salah baca. Siap-siaplah mendaki tangga demi tangga sambil bawa koper. Kalau kopermu isinya cuma kaos oblong sih aman, tapi kalau isinya batu bata buat oleh-oleh, ya wassalam.
Tips dari kami: jangan sering-sering ketinggalan barang di mobil. Capeknya naik-turun tangga itu setara dengan sesi cardio di gym selama 30 menit. Pulang dari My Nasha, dijamin betis langsung kencang!
View Danau Toba yang Bikin Lupa Daratan
Oke, setelah bahas "penderitaan" di atas, mari kita bahas sisi indahnya. Begitu kamu buka gorden kamar atau berdiri di balkon... BOOM!
Segala rasa capek karena jalan rusak dan naik tangga tadi mendadak hilang (oke, hilangnya 80% lah ya). My Nasha Hotel ini posisinya bener-bener di pinggiran Danau Toba. View-nya juara dunia! Air danau yang biru tenang, bukit-bukit hijau di seberang sana, dan semilir angin sepoi-sepoi bakal bikin kamu betah bengong berjam-jam.
Buat kamu yang hobi update konten di Instagram atau TikTok, setiap sudut hotel ini sangat aesthetic. Mau foto ala-ala merenungi masa depan atau candid lagi minum kopi, semuanya bakal kelihatan mahal. Di sinilah My Nasha benar-benar membayar tuntas semua perjuangan kita tadi.
Drama Sarapan: Siapa Cepat, Dia Dapat!
Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling krusial bagi perut orang Indonesia: Breakfast.
Jujur ya Sobat Dolan, kalau kamu terbiasa sarapan di hotel-hotel mewah di Medan yang menunya dari ujung dunia sampai ujung kaki, mending turunkan ekspektasimu sedikit (atau banyak). Menu sarapan di My Nasha Hotel Tigaras ini tergolong sangat biasa saja. Nggak ada egg station yang abangnya bisa bikin omelet sambil salto, atau pilihan pastry yang berderet-deret.
Catatan penting: Jangan jadi kaum rebahan kalau mau makan! Kami turun jam 9 pagi (yang mana sebenarnya masih jam sarapan normal), tapi apa yang terjadi? Makanannya sudah hampir habis, alias tinggal sisa-sisa perjuangan tamu lain.
Rasanya seperti ikut Hunger Games versi kearifan lokal. Kalau telat dikit, ya wassalam, kamu cuma dapat nasi goreng atau kuah sayur yang sudah dingin. Jadi, saran kami, pasang alarm jam 7 pagi, cuci muka dikit, langsung lari ke resto!
Fasilitas dan Aktivitas di Sekitar
Selain memandang danau, kamu juga bisa melakukan beberapa aktivitas di sini:
- Berenang: Ada kolam renang yang view-nya langsung ke danau. Lumayan buat segar-segaran kalau air danau lagi terlalu dingin buat dicemplungi.
- Foto-foto: Seperti yang dibilang tadi, hampir semua sudut hotel ini Instagrammable.
- Bengong Estetik: Aktivitas paling direkomendasikan. Duduk di balkon, matikan HP, dan nikmati ciptaan Tuhan yang luar biasa indah di Tigaras ini.
Tips Survive di My Nasha Hotel Tigaras ala Doyan Dolan
Agar liburanmu tetap asyik dan nggak berubah jadi drama Korea penuh air mata, ikuti tips kami:
- Bawa Mobil yang Sehat: Pastikan ban dan suspensi mobilmu dalam kondisi prima. Kalau bisa bawa SUV, itu jauh lebih baik daripada bawa sedan ceper.
- Packing Ringkas: Karena nggak ada lift, jangan bawa koper segede gaban kalau nggak mau encok saat naik tangga.
- Bangun Pagi: Ingat hukum rimba sarapan tadi. Jam 7 atau jam 8 adalah waktu terbaik untuk mengamankan asupan karbohidratmu.
- Bawa Camilan: Karena akses keluar hotel agak menantang (ingat 1 KM jalan rusak tadi?), mending stok camilan dan minuman dari luar sebelum check-in. Jadi kalau malam-malam lapar, nggak perlu drama "off-road" lagi demi sebungkus mi instan.
Worth It Nggak Sih?
Jadi, apakah My Nasha Hotel Tigaras layak dikunjungi?
Jawabannya: IYA, kalau kamu mencari ketenangan dan view yang spektakuler. Meskipun ada drama jalan rusak, tangga yang menguji fisik, dan sarapan yang "siapa cepat dia dapat", semua itu terbayar dengan keindahan Danau Toba yang ada tepat di depan mata.
Hotel ini cocok banget buat pasangan yang mau healing atau keluarga yang pengen suasana baru selain Parapat yang sudah terlalu ramai. Asalkan kamu siap dengan segala "petualangannya", My Nasha tetap jadi salah satu spot terbaik di Tigaras.
Skor ala Doyan Dolan:
- View: 9/10 (Gila, cantik banget!)
- Kamar: 7/10 (Nyaman, tapi ya itu... tangganya, Lur!)
- Akses: 6/10 (Siapkan mental dan kaki-kaki mobilmu)
- Sarapan: 6/10 (Biasa banget, mending bangun pagi biar nggak kehabisan)
Gimana, tertarik buat mencoba sensasi off-road demi view bintang lima? Jangan lupa bagikan pengalamanmu di kolom komentar ya!
Sampai jumpa di petualangan Doyan Dolan berikutnya! Tetap jalan-jalan, tetap makan enak, dan tetap bahagia!
FAQ My Nasha Hotel Tigaras
1. Di mana lokasi tepatnya My Nasha Hotel? Terletak di Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dekat dengan pelabuhan kapal feri menuju Samosir.
2. Berapa harga kamar per malam? Untuk tipe Deluxe Double, harganya berkisar di angka Rp700.000, namun bisa berubah saat high season atau akhir pekan.
3. Apakah cocok untuk orang tua? Jika orang tua memiliki masalah lutut, sebaiknya minta kamar di lantai dasar karena hotel ini tidak memiliki fasilitas lift.
4. Bagaimana kondisi jalan menuju lokasi? Sekitar 1 KM sebelum sampai, jalanan masih bebatuan dan rusak. Disarankan menggunakan kendaraan dengan ground clearance yang cukup tinggi.